Nasib Pengungsi Rohingya Dibatasi Pemerintah Bangladesh

AFP PHOTO / DOMINIQUE FAGET
Berita Rakyat Nusantara - Pemerintah Bangladesh, Minggu (17/9), membatasi pergerakan pengungsi Rohingya dan melarang mereka meninggalkan daerah perbatasan yang padat. Lebih dari 400 ribu orang yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar kini tinggal dalam kondisi kumuh di sana.

Langkah-langkah baru yang ketat diambil saat Dhaka berjuang untuk mengatasi 'krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya'. Kondisi sudah memburuk di distrik perbatasan Cox's Bazar di Bangladesh, tempat sebagian besar pengungsi hidup dalam keadaan putus asa setelah melarikan diri dari tindakan kekerasan aparat Myanmar di Negara Bagian Rakhine. Puluhan pengungsi ditemukan pihak berwenang di tiga kota yang berjarak ratusan kilometer dari perbatasan Myanmar.

Hal itu memicu kekhawatiran ribuan warga Rohingya dapat pindah dari wilayah perbatasan dan menguasai daratan Bangladesh yang miskin. Polisi mengatakan mereka telah mengeluarkan perintah yang melarang pengungsi Rohingya meninggalkan daerah dan kamp yang telah ditunjuk pemerintah untuk mereka di distrik perbatasan. 

"Mereka harus tinggal di kamp yang ditunjuk sampai mereka kembali ke negara mereka," ujar Sahely Ferdous, juru bicara polisi, dalam sebuah pernyataan. 

"Mereka tidak bisa bepergian dari satu tempat ke tempat lain melalui jalan, kereta api, atau jalur air," imbuhnya.

Pos pemeriksaan polisi dan pengawasan telah disiapkan di titik transit utama untuk menghentikan pengungsi bepergian ke kawasan lain di Bangladesh. Pemerintah Bangladeh juga mulai mengimunisasi puluhan ribu anak Rohingya untuk tindakan pencegahan penyakit.

Abdus Salam, administrator pemerintah di rumah sakit Distrik Cox's Bazar, mengatakan sekitar 150 ribu anak-anak akan diimunisasi selama tujuh hari untuk penyakit campak, rubella, dan polio. 

"Ada banyak anak yang lemah dan kekurangan gizi di antara pendatang baru," ungkap perwakilan UNICEF di Bangladesh, Edouard Beigbeder. 

"Jika tindakan pencegahan yang tepat tidak dilakukan, penyakit yang sangat menular, terutama campak, bahkan bisa menyebabkan wabah."

Bantuan Indonesia
"Bantuan kemanusiaan Indonesia telah diterima pemerintah Bangladesh dan akan segera didistribusikan kepada pengungsi dari Rakhine State yang berada di sekitar Cox's Bazar," kata Dubes RI untuk Bangladesh Rina Soemarno. 

Sebagai perwakilan pemerintah Indonesia, Rina menyerahkan bantuan Indonesia kepada Kepala District Administration Chittagong, Zillur Rahman Chowdhury, pada 14 September 2017 lalu. Hingga Sabtu (16/9), sebanyak 54 ton bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah sampai di Chittagong dalam 6 kali pengiriman dengan pesawat C-130 TNI-AU.

Seperti yang di kutip dari Media Indonesia, untuk bantuan kemanusiaan itu berupa beras (30 ton), selimut (14.000), makanan siap saji (2.004 paket), tenda besar (20 unit), tanki air fleksibel (10 unit), family kit (600 paket), pakaian (900 paket), dan gula pasir (1 ton). Menurut District Administration Cox's Bazar, bantuan Indonesia yang sudah berada di Gudang Cox's Bazar selanjutnya akan didistribusikan pada hari ini, Senin (18/9), ke 12 pos/titik distribusi di wilayah pengungsi bekerja sama dangan badan internasional seperti UNHCR dan IOM. (Red*).

Related

Dunia 7785694770111097463

Hot News

Beredar Foto Dua Sejoli Asik Mengkonsumsi Narkoba Didiskotik Surabaya

Foto :  Seorang wanita bernama Meme atu Bella dan teman pria bernama Herman diduga sedang  mengkonsumsi Narkoba jenis putau .  Doc/BR. ...

BERITA TERKINI

Pendidikan

Lifestyle

item