Oknum Wartawan Ini Akui Dapat Uang 'SUAP' Dari Polda Jatim

Foto: Agus Yang Mengaku Sebagai Wartawan Mengaku Telah Menerima Uang Senilai 10 Juta Dari Polda Jatim.
Berita Rakyat Surabaya - Terkait penangkapan 13 WNA oleh Polda Jatim di apartemen Surabaya pada (21/09) lalu, bakal berbuntut panjang. Adanya keterlibatan sejumlah nama-nama oknum wartawan lain yang mendapat gelontoran uang 'SUAP' dari Polda Jatim melalui brigadir R semakin terungkap satu persatu pelaku dibalik semua ini.

Lantas, siapa saja, para oknum wartawan yang mendapat gelontoran uang dari pihak Polda Jatim.

Disaat oknum wartawan berinisial AG gencar namanya diberitakan dimedia, berniat klarifikasi atas pemberitaan dirinya kepada media ini, bertempat  di Taman Bungkul Surabaya. Oknum wartawan bernama Agus (AG) yang mengaku sebagai wartawan dari media online, pada Rabu, (01/11). Dirinya membongkar siapa dalang dari polemik  pemberi dan penerimaan uang dari brigadir R.

"Saya hanya mendapat uang senilai 10 juta rupiah dari rekan wartawan bernama Bayu, secara tunai bukan melalui rekening," aku Agus (AG).

Menurutnya, Agus diajak rekan seprofesi bernama Samhudi dan Deden menemui seseorang di BonCafe di jalan Tegal Sari Surabaya, (24/10). Terkait ada pihak Polda  Jatim dan rekan wartawan ingin menjembatani permasalahan pemberitaan diberitarakyat.co.id yang sudah tayang.

"Saya juga terkejut, ternyata yang saya temui rekan wartawan bernama Bayu, yang biasa ngepost di Polda Jatim.  Kemudian Bayu menyampaikan terkait permasalahan yang di alami brigadir R, dalam pemberitaan untuk pencopotan berita yang sudah tayang, dan pada saat itu ada juga 8 anggota Polisi dari Polda Jatim," ungkapnya Agus, (01/11).

Agus juga mengungkapkan, memang dirinya sempat ijin untuk mengutip pemberitaan dari beritarakyat.co.id berjudul 'Berkas Tangkapan 13 WNA Oleh Polda Jatim Jadi Siluman' kepada pemilik karya dan penulisnya.

Sementara itu dari sumber yang dapat di percaya, Agus (AG) dan Dedik (DD) pada tanggal (24/10) lalu, sekitar pukul 15.00 mengadakan pertemuan di Bon Cafe Tegal Sari Surabaya, untuk melakukan perundingan dan bertemu wartawan  Bayu bersama brigadir R terkait pemberitaan yang sudah beredar.

"Saat tiba dilokasi Bayu bersama brigadir R membawa 8 sampai 10 orang anggota Polisi dari Polda Jatim, dengan maksud untuk menjebak dan menangkap  mereka dalam kasus pemerasan," kata Sumber berita rakyat (02/11).

Lanjut sumber ini, ternyata dalam pertemuan itu, Bayu dan Brigadir R sudah membuat skenario, untuk menangkap basah mereka. Namun rekan-rekan wartawan di lokasi tidak mau menerima uang tunai sebesar 10 juta dari brigadir R yang sudah disiapkan. Dari pertemuan itu tidak membuahkan hasil hingga keduanya minta  di transfer ke rekening sebesar 25jt per-orang.

"Dengar nya si kedua wartawan itu, awalnya minta uang 100 juta, yang mengatur dan pegang kendali itu Bayu," ujar sumber ini (02/11).

Dari pengakuan Agus dan sumber berita rakyat inilah, dapat disimpulkan bahwa pihak Polda Jatim benar melakukan penangkapan ke 13 WNA dan kuat dugaan ada permainan dalam proses penangkapan tersebut. Mengapa pihak Polda Jatim menggelontorkan sejumlah uang yang cukup besar kepada oknum wartawan melalui brigadir R hanya untuk pencopotan berita.

Lalu berasal dari mana uang itu didapat? Untuk diberikan kepada sejumlah oknum wartawan  (ade).

Related

Polhukam 5613571752349552045

Hot News

Beredar Foto Dua Sejoli Asik Mengkonsumsi Narkoba Didiskotik Surabaya

Foto :  Seorang wanita bernama Meme atu Bella dan teman pria bernama Herman diduga sedang  mengkonsumsi Narkoba jenis putau .  Doc/BR. ...

BERITA TERKINI

item