Respon Pimred Berita Rakyat terkait 319 media yang disebut abal - abal oleh media Riau1

Screenshot pemberitaan Riau1.com terkait 319 media yang diduga abal-abal
Screenshot pemberitaan Riau1.com terkait 319 media yang diduga abal-abal
Berita Rakyat, Surabaya - Pemberitaan terkait beredarnya 319 nama media online yang disebut abal-abal oleh riau1.com dan disebar melalui jaringan Whatsapp menuai banyak kecaman oleh ratusan awak media yang tidak terima namanya dicantumkan dalam daftar 319 media abal-abal.

Salah satunya termasuk Beritarakyat.co.id atas nama Abdi yang namanya juga tercantum dalam 319 media abal-abal. Secara tidak langsung pencantuman nama tersebut telah dianggap sebagai salah satu pencemaran nama baik dan dapat diproses secara hukum.

Postingan Riau1.com tersebut diunggah pada hari Senin tanggal 21 Mei 2018 dengan judul "Beredar postingan di Whatsapp 319 media diduga media abal-abal", sedangkan penulisnya adalah Antoni Reporter Riau1.com.

Terkait pemberitaan Riau1.com, Pimpinan Redaksi Beritarakyat.co.id Selamet Maulana ikut angkat bicara karena nama medianya masuk dalam daftar media abal-abal terbitan Riau1.com.

Menurut Selamet, pemberitaan Riau1.com akan berdampak pada rasa tidak nyaman dan timbul ketidak percayaan masyarakat kepada awak media yang sudah menjalin hubungan baik dengan instansi maupun media lainnya.

"Ini akan merusak citra media yang sudah dibangun baik sebagai kontrol sosial tapi akhirnya jatuh karena pemberitaan yang tidak benar oleh Riau1.com." terangnya.

Selamet melihat jika berita yang diterbitkan oleh Riau1.com tidak akurat dan Hoax karena tidak ada dasarnya sama sekali.

"Masak media sekelas Metrotv News, JPNN dan Liputan 6 disebut abal-abal? dasar dari mana itu? sedangkan untuk Beritarakyat.co.id itupun juga sudah lengkap dengan mengantongi berbagai surat perijinan. Justru Riau1.com itu yang statusnya perlu dipertanyakan dan tidak cover both side. Jika ini menyangkut 319 media ya konfirmasi dulu lah ke 319 media tersebut soal kebenarannya." kata Maulana.

Selamet kemudian mempertanyakan tentang dasar penerbitan 319 media yang diduga abal-abal tersebut jika ini mengacu pada Dewan Pers. Menurutnya terkait perijinan media sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers justru Dewan Pers tidak memiliki hak atau kewenangan untuk memberikan ijin maupun legalitas pada awak media yang secara hukum sudah memenuhi syarat.

"Tambah aneh lagi kalau yang menerbitkan itu adalah Dewan Pers, mereka sesuai UU ya tugasnya mendata bukan memverifikasi media apalagi memberi label abal-abal." jelasnya lagi.

***
Penulis : Editya
Editor : Editya

Related

Nasional 5010020348258394754

Hot News

Beredar Foto Dua Sejoli Asik Mengkonsumsi Narkoba Didiskotik Surabaya

Foto :  Seorang wanita bernama Meme atu Bella dan teman pria bernama Herman diduga sedang  mengkonsumsi Narkoba jenis putau .  Doc/BR. ...

BERITA TERKINI

item