Ngawi Bertekad Jadikan Daerahnya Lumbung Padi Nasional


Berita Rakyat - Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur,berkomitmen menjadikan wilayahnya sebagai sentra produksi padi untuk memasok kebutuhan beras nasional, dengan terus memperluas area sawah produksi dari yang ada sekarang 136.00 hektar.

Budi Sulistiyono, Bupati Ngawi, mengatakan kesiapan memasok pasar besar nasional tersebut karena sudah memenuhi seluruh kebutuhan warga Ngawi yang hanya sekitar 20% dari total produksinya sekitar 150.000 ton per tahun.

“Kebutuhan padi untuk warga Kabupaten Ngawi hanya sekitar 20% dari total produksi sekitar 150.000 ton, sehingga kelebihanya mencapai 80% untuk mengisi pasar nasional, termasuk Jakarta,” katanya.

Budi menjelaskan pengembangan lahan produksi padi di Kabupaten Ngawi yang ditargetkan pada 2016 seluas 129.000 hektar tersebut hingga akhir tahun ini dapat terlampaui menjadi 136.000 hektar.

Marsudi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, menyatakan optimisitis kabupaten ini akan menjadi salah satu lumbung padi nasional yang sangat penting, khususnya untuk memasok kebutuhan di wilayah Jawa Timur.

“Bahkan melalui orang-orang Ngawi yang sudah lama tinggal di Jakarta, beras dari daerah ini juga sudah masuk pasar Jakarta dan daerah sekitarnya, dengan volume yang juga cenderung terus meningkat,” ujarnya. 

Respon para petani menurutnya dinilai cukup bagus saat Pemerintah Ngawi mengadakan gerakan tanam serentak di Desa Krompol Kec. Beringin Kab. Ngawi dimana gerakan tersebut juga akan disertai penyuluhan terkait penggunaan bibit varietas baru.

Ngawi Dijadikan Sebagai Pilot Project Kementan

Berkaitan dengan program milik Kementerian Pertanian, Ngawi ditunjuk menjadi pilot project sebagai daerah yang pertama kali menggunakan bibit padi varietas baru jenis M400 dimana bibit baru tersebut diklaim mampu meningkatkan hasil produksi pertanian di Ngawi.

Hal ini berdasarkan dari hasil pengujian oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang menyatakan jika bibit tersebut dapat menghasilkan 12.000 ton per ha jika dibandingkan dengan bibit padi biasa yang hanya menghasilkan 8 ton per ha.

Selain itu pemerintah Ngawi juga ingin mengajak para petani agar lebih memaksimalkan penggunaan pupuk hayati (alami) atau organik dan mengurangi penggunaan pupuk berbahan kimia

“Harapan kita yang pertama adalah produksi naik dan kedua mengurangi penggunaan pupuk kimia yang semakin gila-gilaan dengan mengarahkan penggunaan pupuk organik” tegas Marsudi Kadis Pertanian Kab. Ngawi.

Senada dengan Marsudi, Eka Wedyaningrum Petugas Dirjen Pangan mengatakan jika dirinya juga optimis dengan penggunaan bibit varietas terbaru yang digadang-gadang dapat meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Mudah-mudahan kedepan bisa tercapai, sasaran atau tujuan kita dalam produksi padi menggunakan varietas unggul terbaru jenis M400, kami optimis hal itu bisa tercapai” ujarnya.

Begitu juga dengan Sendi dari Badan Litbang Kementrian Pertanian juga menjelaskan jika saat ini para petani Ngawi masih cenderung menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan produksi padinya sehingga perlu diarahkan untuk menggunakan pupuk hayati dan optimis dengan hasilnya.

“Kita yakin dengan menggunakan pupuk hayati produksi akan meningkat, beberapa studi dari balai tanah sudah menyuluhkan jika ini nanti dapat menghasilkan 12 ton per hektar” ungkapnya.

Related

Pojok Tani 7317078397966843214

Hot News

Beredar Foto Dua Sejoli Asik Mengkonsumsi Narkoba Didiskotik Surabaya

Foto :  Seorang wanita bernama Meme atu Bella dan teman pria bernama Herman diduga sedang  mengkonsumsi Narkoba jenis putau .  Doc/BR. ...

BERITA TERKINI

item