Adsense

hot news

Berita


Foto: DR.  H.  Achmad Muhibbin Zuhri,  M. Ag,  Ketua PCNU Surabaya
Berita Rakyat Surabaya - Kemelut pembongkaran tempat ibadah umat islam (Masjid As Sakinah) semakin menambah penilaian masyarakat semakin buruk terhadap para pejabat sekota Surabaya. Meskipun anggaran dana yang di rencanakan untuk pembangunan sebuah gedung mewah tersebut dengan menggunakan uang rakyat, namun pihak nya tetap akan melaksanakan pembangunan tersebut.

Seperti diketahui dikalangan masyarakat pembongkaran bangunan sebuah Masjid yang sudah lama berdiri dan dipergunakan bagi umat Islam untuk beribadah, diam-diam dibongkar dan tanpa koordinasi bersama para pihak.

Kasus ini semakin menarik dan mulai mendapat kecaman para ulama dan tokoh-tokoh Islam Surabaya untuk angkat bicara. DR.  H.  Achmad Muhibbin Zuhri,  M. Ag,  Ketua PCNU Surabaya mengeluarkan pernyataan yang mewakili umat Islam yang disaksikan masyarakat dan Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS) pada hari Rabu, (22/11) tadi.

Foto: Bukti Surat Yang Dikeluarkan
PCNU Untuk Pejabat Surabaya.
"Tanah yang secara resmi ditakyin (dinyatakan) sebagai Masjid,  maka keatas dan kebawahnya tidak boleh dibangun selain untuk kepentingan masjid," Ujarnya.

Ketua PCNU pun menambahkan, dalam kaitan pembangunan gedung dewan yang berada diatas tanah  masjid,  maka secara hukum fiqih itu dilarang, tambahnya.

Seperti diketahui pihak PCNU juga mengeluarkan surat perihal tentang Aspirasi PCNU kota Surabaya dalam polemik pembongkaran Masjid kepada pejabat pemerintah dan anggota DPRD kota Surabaya, tertanggal 09 November 2017 lalu, dan kebeberapa tembusan terkait (At).

Foto: Kondisi Kejadian Mobil Sedan Dengan Kendaraan TNI AL.
Berita Foto Rakyat Sidoarjo - Tabrakan beruntun terjadi Jalan toll Gempol menuju Surabaya kurang lebih 1 km sebelum exit Waru mengarah ke Surabaya pada Rabu (22/11), pukul 08.00 Wib. 

Diketahui penyebab tabrakan beruntut berawal dari kendaraan jenis  L300 box vs Suv dan truk TNI AL di duga sama sama melaju dalam kecepatan yang tinggi.

Sementara keadaan jalan masih dalam kondisi macet akibat kejadian tersebut. Paska kejadian terjadi belum tampak petugas dari kepolisian untuk mengatur kemacetan dan menangani korban kecelakaan. 



Hingga berita ini di unggah belum ada pihak yang belum dapat memberi keterangan, identitas korban atau pengemudi yang berkendara, namun tampak jelas kendaraan TNI AL juga tampak dalam kondisi ringsek  (At).

Foto: Terduga Bandar Narkoba Moch. Nurul Yang Digrebek Sejumlah Anggota Polisi Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Berita Rakyat Surabaya - Dianggap bandar narkoba yang menjadi target anggota polres pelabuhan Tanjung perak Surabaya, sejumlah personel berbondong-bondong berusaha menangkap para pelaku bandar narkoba. Namun fakta di lapangan setelah terduga tertangkap malah polisi  membuatkan surat berita acara pemulangan tersangaka bernama MOCH. NURUL warga Kalilom Surabaya.

Entah apa yang terjadi, pelaku yang telah mengakui perbuatannya dengan menjual barang haram tersebut bisa lolos dari jeratan hukum. Penyelidikan yang hanya setengah-setengah atau informasi yang diterimanya tidak akurat dan diterimanya. Oleh pihak kepolisian pelabuhan tanjung perak begitu mudah pelaku pengedar sabu-sabu tersebut di bebaskan.

Foto: Personil Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Yang di kerahkan Menangkap Terduga Bandar Narkoba.
Menurut Ipda Farri Leoki, selaku Kanit Reskoba Lidik II mengatakan kepada wartawan setelah melakukan penangkapan terhadap pelaku MOCH. NURUL  petugas melakukan penggeledahan di rumahnya namun petugas tidak menemukan barang bukti adanya sabu-sabu, ucapnya saat di temui awak media, Senin (20/11) kemarin.

Ipda Farri juga menjelaskan, dari pengakuan tersangka bahwa dirinya kalau mengedarkan sabu-sabu di wilayah rumah bibinya di jalan Bulak Banteng Soeropati gang 4 A. 

"Setelah petugas sampai di lokasi yang telah di tunjukkan oleh pelaku, petugas langsung melakukan penggeledah dirumah tersebut, namun lagi-lagi petugas tidak menemukan barang bukti yang dicarinya," ujarnya.

Lalu akhirnya tersangka Moch. Nurul di giring ke Mapolres Tanjung Perak untuk di lakukan tes urine, dan hasilnya negatif, sehingga petugas melepaskannya, tegas Perwira perempuan yang berpangkat 1 balok di pundaknya tersebut (Pd/at).


Berita Rakyat Sumenep - Berbagai ide kreatif dan jiwa sosial kepada masyarakat tertuang oleh Kapolres Sumenep AKBP H. Joseph Ananta Pinora, S.Ik., M.Si. mengunjungi korban bencana alam puting beliung yang terjadi di wilayah sekitar Desa Kertasada, Kec. Kalianget Kab. Sumenep.

Setelah melakukan peninjauan ke beberapa rumah korban bencana, mantan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya itu memberikan arahan-arahan kepada warga di Balai Desa Kertasada.

Orang nomor satu di Kesatuan Polres Sumenep itu mengajak semua elemen untuk cepat dalam melaksanakan penghitungan kerugian materiil yang dialami oleh warga.

“Jangan sampai terdapat perbedaan persepsi tentang tafsir kerugian. Leading sektor penerimaan bantuan adalah Tagana dan Kades, sedangkan pihak TNI / POLRI hanya sebatas membantu untuk warga," ungkap Kapolres Pinora.

Kapolres Pinora saat menemui korban puting beliung di Desa Kertasada, Senin malam (20/11). Kapolres menambahkan jika pihaknya akan mengirimkan surat ke Bupati Sumenep dan menyarankan agar segera membantu warga yang tertimpa bencana.

“Semoga Bupati masih memiliki dana kontijensi sehingga bisa dialokasikan kepada warga yang terkena bencana”, imbuhnya.

Dari hasil penghitungan kerugian materiil korban puting beliung di Desa Kertasada, diketahui 92 rumah mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai Rp 88 juta 500 ribu.

Rinciannya di Desa Marengis Daya sebanyak 2 rumah, Marengan Laok 48 rumah, Kertasada 42 rumah. Saat melakukan peninjauan tersebut Kapolres didampingi Personil Polsek Kalianget, Kepala Desa Kertasada, Tim Tagana Kecamatan Kalianget, Sat Intelkam dan Sabhara Polres Sumenep dan Tim Aksi Cepat Tanggap Korda Sumenep.

Bencana puting beliung yang melanda wilayah Desa Kertasada terjadi pada Senin sore, puluhan rumah dan gudang penyimpanan garam porak poranda.
Beruntung pada peristiwa tersebut tidak sampai menelan korban jiwa (At).

Foto: Kondisi Masjid As Sakinah Tempat Ibadah Imat Islam Yang Rencananya diatas Reruntuhan Masjid ini Akan Dibangun Gedung Mewah Untuk Perkantoran.
Berita Rakyat Surabaya - Viral diberitakan terkait pembongkaran sebuah tempat ibadah umat islam (Masjid As Sakinah) dikomplek Balai Pemuda Surabaya membuat arek Suroboyo turun tangan. Hanya gara-gara ingin membangun gedung perkantoran mewah kini pentolan pejabat Kota Pahlawan Surabaya ini di laporkan Polisi.

Mengatasnamakan Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS), Wawan yang ditunjuk sebagai koordinator KBRS melaporkan ketua DPRD Armuji dan Walikota Surabaya Tri Risma Harini. Walikota yang menyandang gelar Walikota terbaik dituding telah mendukung atas pembongkaran sebuah tempat ibadah umat islam. Tidak hanya itu Kepala Dinas PU Cipta Karya pun ikut terseret di laporkan.

Foto: Sejumah Anggota KBRS Mendatangi SPKT Polda Jatim.
"Pertemuan antara kita dengan Ketua DPRD Surabaya sebelumnya, tidak ada titik terang dalam menyelesaikan pembongkaran Masjid. Padahal, permintaan kita sebenarnya sederhana, kembalikan saja masjid seperti semula," kata Wawan Koordinator KBRS, Senin (20/11).

Lanjut Wawan, begitu juga dengan Risma, pihaknya sudah mencoba menemuinya. Tetapi, pertemuan dengan Risma tidak kunjung terlaksana. 

Wawan juga menjelaskan kepada sejumlah wartawan,  Senin (20/11). Pembongkaran Masjid As Sakinah di lingkungan kompleks merupakan salah satu Cagar Budaya kota Surabaya dianggap tidak beretika. 

"Seharusnya, dibangunkan masjid baru dulu, lalu masjid lama dibongkar. Bukannya masjid langsung dibongkar kemudian dibangunkan lagi yang lebih besar," ungkapnya.

Dijelaskan Wawan, rencananya penempatan masjid di lantai bawah gedung DPRD yang akan dibangun 8 lantai dan Masjid tersebut terletak dibawah kantor mereka (DPRD).

"Pembangunan tempat ibadah umat Islam khususnya Masjid harus berdiri sendiri, karena rumah itu adalah untuk menghadap dan memuliakan Allah SWT," tandas Wawan (20/11).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangeramenuturkan, saat di konfirmasi terkait pelaporan pembongkaran Masjid oleh pejabat Kota Surabaya. Pihaknya memang menerima laporan dan itu masih dipelajari.

"Laporan lewat Setum baru saja diterima dan itu perlu cross check," ujarnya (Rr).

Foto: Direktur Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Jatim Kombes Pol Gagas Nugraha.
Berita Rakyat Surabaya - Berkas kasus penangkapan 13 Warga Negara Asing (WNA) oleh Polda Jatim patut dipertanyakan, dari penangkapan tersebut bisa dikatakan berkasnya menjadi 'SILUMAN'. Pasalnya muncul pernyata'an para pimpinan Satuan Unit dalam penangkapan ke-13 WNA yang dilakukan Satuan Unit Cyber Crime dan Satuan Unit Narkoba Polda Jatim, pada tanggal 21 September 2017 lalu, di sebuah apartemen Surabaya tidak singkron.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasubdit  Cyber Crime AKBP Festo Ari Permana, untuk Unit Satuan nya tidak pernah melakukan penangkapan atau penggerebekan ke-13 WNA itu. Dan untuk brigadir R bukan salah satu anggota dari Cyber Crime Polda Jatim.

Sementara pihak Satuan Unit Narkoba melalui Wakil Direktur (Wadir) Reserse Narkoba, AKBP Tedy Suhendyawan bahwa anggota nya tidak pernah melakukan penangkapan ke-13 WNA itu.

Ditambah lagi pernyata'an Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, kepada media ini menyatakan bahwa penangkapan 13 WNA itu sudah di limpahkan dan di Deportasi kepada pihak imigrasi Surabaya.

Foto: Kondisi Penggerebekan 13 WNA Di Apartemen
Oleh Anggota Polda Jatim
Lantas, siapa anggota dan dari Unit Satuan mana ??
yang melakukan penangkapan dan penggerebekan ke-13 WNA itu, di salah satu apartemen Surabaya !!

Team investigasi kami mencoba menemui salah satu perwira berpangkat AKBP yang disebut-sebut brigadir R yang ikut bertanggung jawab terkait dalam penangkapan ke-13 WNA itu.

Namun saat di temui di ruang kerjanya tidak berada dilokasi, meskipun berkali-kali dihubungi melalui selulernya. Dan perwira tersebut terkesan enggan merespon dan menanggapi konfirmasi wartawan.

Tidak sampai disitu, melalui Kombes Pol. Gagas Nugraha, selaku Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, saat dikonfirmasi melalui selulernya, dirinya nampak bingung dan ragu menjawab pertanyaan dari wartawan, pada Kamis (16/11).

"Waktu itu memang sudah ditangani dan kita masih lagi konfirmasi. Kalau tidak ada buktinya,  ya terpaksa kita lepas mas. Masak mau kita tahan, dan saya belum dapat laporan secara resmi," ucap Direktur Narkoba ini.

Disinggung viral diberitakan paska usai penangkapan dan lepasnya 13 Warga Negara Asing (WNA) yang ditangkap anggota Polda dari Unit Cyber Crime bersama tim gabungan dari Satuan Unit Narkoba hingga terjadi penggelontoran sejumlah uang 'SUAP' senilai 50 juta yang dipergunakan untuk penghapusan sebuah berita di media online beritarakyat.co.id berjudul Berkas 13 WNA Tangkapan Polda Jatim Jadi 'Siluman' oleh brigadir R.

"Biarkan saja mereka memviralkan, yang penting anggota diperiksa juga. Untuk membuat laporan secara resmi, bagaimana kronologis yang sebenarnya dan mereka (anggotanya) mau mempertanggung jawabkan," tegas Gagas (16/11).

Ditambahkan Kombes Pol Gagas Nugraha, dirinya belum menyatakan secara jelas, dan harus membuktikan fakta-faktanya berikut data-data yang akurat karena laporannya masih di  Wadir, tambahnya kepada beritarakyat.co.id.

Aneh dalam pernyata'an pihak Ditreskoba Polda Jatim, dirinya mengakui bahwa ke-13 WNA tangkapan anggotanya dilepas begitu saja, dengan alasan tidak cukup bukti. Hal ini sangat bersebrangan dengan pernyata'an Kabid Humas Polda Jatim bahwa ke 13 WNA sudah di Deportasi ke pihak Imigrasi Surabaya.

Ironisnya, sekelas Direktur belum mendapat laporan dari bawahan sejak anggotanya bertindak pertanggal 21 September 2017, sampai hari ini, 18 November 2017. Dua bulan lamanya pihak Direktur belum mendapat laporan secara resmi dari anggotanya yang telah menangkap 13 WNA waktu lalu.

Benarkah !! Atas lepasnya 13 WNA tersebut. Ada sejumlah uang yang mengalir dan hingga berujung adanya penggelontoran uang kepada sejumlah oknum wartawan (ade).

Foto: Dedik Sugianto Dengan Surat Klarifikasi & Hak Jawabnya.
Berita Rakyat Surabaya -  Satu persatu oknum wartawan yang terlibat dalam penerimaan uang 'SUAP' terkait penangkapan 13 Warga Negara Asing (WNA) dari pihak polda jatim semakin terungkap.

Setelah oknum wartawan bernama Bayu yang dianggap menjadi perantara penerima uang 'SUAP', kini giliran oknum wartawan bernama Dedik Sugianto yang merupakan sebagai Ketua Organisasi Pers yang baru di bentuk dan juga berprofesi sebagai jurnalis dari media Surabaya.

Pada hari, Kamis (16/11), secara pribadi memberi surat hak jawab dan klarifikasi terkait pemberita'an dirinya di beritarakyat.co.id dan dimedia lainya.

Dalam suratnya-nya kepada redaksi Dedik Sugianto meluruskan pemberitaa'n sebelum-nya bahwa dirinya tidak pernah mengaku-aku pemilik karya tulis berjudul BERKAS 13 WNA TANGKAPAN POLDA JATIM JADI 'SILUMAN' di beritarakyat.co.id

"Saya tidak pernah memakai atau mengatas-namakan wartawan dari berita rakyat ataupun mengaku dapat menghapus pemberitaan di media berita rakyat"

"Dalam hal ini saya sebagai jurnalis, saya selalu memakai bendera media saya sendiri dan bukan menggunakan media orang lain"

Dedik juga membongkar para oknum wartawan yang juga ikut didalam pertemuan bersama brigadir R di Bon Cafe Tegal Sari Surabaya, menurutnya masih ada oknum wartawan yang juga ikut terlibat.

"Pertemuan dengan brigadir R bukan dihadiri saya dan AG saja, tetapi di hadiri 5 orang wartawan lainya untuk klarifikasi pemberitaan yang menyangkut nara sumber"

"Beberapa hari setelah pertemuan dengan brigadir R, saya diberi rilisan berita yang miring oleh seseorang wartawan berinisial H meng-atasnamakan dari media GN, dan tulisan rilis tersebut berinisial DN dari media KR BJ, dan mengenai pertemuan saya dengan brigadir R, dan saya tidak merespon kiriman tersebut"

"Dikarenakan saya tidak merespon kiriman berita fitnah tersebut, diduga H menyebar luaskan rilisan tersebut kepada beberapa media salah satunya media berita rakyat"

Foto: Bukti Surat Klarifikasi & Hak Jawab Dari Oknum Wartawan Dedik Sugianto
Namun sayang dalam isi surat hak jawab dan klarifikasi  saudara Dedik Sugianto tidak mengakui dan menjelaskan terkait penerimaan uang 'SUAP' dari brigadir R, hingga beredar bukti rekening transfer atas nama organisasi pers senilai 50 juta rupiah dalam kasus penangkapan 13 WNA yang ditangkap Polda Jatim.

Hingga terkesan, bersangkutan mencoba mengalihkan perhatian bahwa dirinya telah menerima gelontoran uang dari pihak Polda Jatim melalui brigadir R.

"Ada pihak tertentu yang sengaja menghembuskan permasalahan ini untuk saling membenturkan media dengan pihak Polda"

"Sudah ada titik terang pihak mana yang melakukan tersebut, dan saya akan telusuri terus dan tidak menutup kemungkinan  saya akan melaporkan ke pihak berwajib tentang fitnah terhadap saya"

"Dalam pernyataan ini, saya berani diklarifikasi kepada pihak manapun mengenai yang saya tulis ini"

"Saya tidak akan gentar menghadapi siapapun karena apa yang saya lakukan, saya anggap benar"

"Saya meminta MAAF kalau ada Mis Komunikasi antara saya dengan media berita rakyat ataupun dengan media lain terkait permasalahan ini"

"Demikian hak jawab ini, saya layangkan sesuai dengan UU Pers No. Tahun 2017. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua, Amin"

Surat hak jawab tersebut di buat yang bersangkutan tertanggal 13 November 2017 dan diterima redaksi berita rakyat pada tanggal 16 November 2017 serta dibubuhi tanda tangan yang bersangkutan sendiri (red*).

Ilustrasi
Berita Rakyat Surabaya - Kasus pencurian uang di Anjungan Tunai Mandiri ( ATM ) membuat nasabah bank BRI cabang Perak meminta agar bank untuk segera menindak lanjuti serta mengembalikan sisa uang yang masih berada di ATM nasabah korban. 

Namun halnya salah satu nasabah BRI cabang Perak yang menjadi korban pencurian ATM bernama Nur Halimah beralamat jl. Kedung Mangu Selatan 5A/46 RT/RW 15/03, Sidotopo, Kenjeran, Surabaya, saat meminta haknya sisa uang yang ada di ATM. Pasalnya ketika Korban Nur Halimah kehilangan uang di ATM nya langsung melapor dan meminta pihak bank BRI untuk melakukan pengecekan serta pemblokiran dikedua ATM tersebut. 

Fakta menyebutkan bahwa ATM korban benar telah ada perpindahan atau transfer kepada rekening lain yaitu yang menjadi tersangka pencurian uang di ATM. Dalam hal ini kirban masih menunggu jawaban dan kepastian pihak bank BRI cabang Perak guna meminta sisa uang nya yang berada di ATM nya sendiri. Dan berusaha persuasif kepada pihak bank, namun upaya itu nihil dan tidak ada itikad baik dari pihak bank BRI cabang Perak untuk mengembalikan sisa uang nasabah yang tengah diblokir ATM nya.

Foto: Terduga Para Pelaku Pencurian Uang di ATM
"Saya berusaha penuhi semua persyaratan yang diminta oleh pihak bank BRI Cabang Perak mas, melalui ibu Rina selaku pihak BRI perak yang mewakili pimpinannya. Namun mas, ketika sudah saya penuhi persyaratan yang di minta oleh ibu Rina tak kunjung diberikan hak saya, yaitu sisa uang saya yang ada di ATM itu mas, alasannya sangat banyak mas. " Ujar Nur Halimah selaku korban pencurian ATM.

Sementara itu kasus ini tengah ditangani pihak kepolisian tanjung perak Surabaya dengan nomor B/366/SP2HP-2/Vll/2017/Satreskrim. Karena pihak bank BRI perak meminta agar dilaporkan ke polisi terlebih dahulu, untuk dasar pengajuan ke pimpinan BRI.

Masih kata korban, " iya mas, saya disuruh laporan ke polisi sebagai acuan untuk bisa mengambil hak sisa uang saya di ATM BRI cabang perak, dan saya sudah penuhi, bahkan saya di suruh mencari tersangka yang mencuri uang saya di ATM, lah kok aneh !! masak saya disuruh cari maling, lawong saya bukan polisi, lucu Bu Rina itu. Berbagai alasan mas,  yang di dipersulit oleh Bu Rina itu. Mau ketemu pimpinannya gak boleh katanya masih rapat, rapat kok terus terusan. " Tegas Nur kepada beritarakyat.co.id.

Waktu terpisah, saat dikonfirmasi kepada pihak bank BRI cabang perak dan ditemui oleh Staff BRI perak, Rini mengatakan, "iya betul mas, ibu Nur Halimah telah saya suruh lengkapi apa yang diminta oleh pimpinan, dan saya suruh membuat laporan kepolisian juga meminta surat pernyataan ke polisi juga, dan sekarang masih dalam proses untuk pengembalian uang nya. " Ujar Rini selaku Staff Bank BRI cabang Perak (09/11).

Namun disayangkan dalam pelayanan bank BRI cabang perak sudah tidak memuaskan nasabah, dalam kasus ini perlunya tindakan dari BRI pusat, agar kedepan nasabah yang menabung di bank BRI merasa aman dan nyaman, serta dipermudah apa yang menjadi hak Nasabah, bukan malah sebaliknya (nd).

Regional

[Berita-Daerah][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.