Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP Negeri 55 Surabaya Resmi Dilaporkan Ke Polisi

Tiga Siswi SMP Negeri 55 Surabaya Bakal Jadi Calon Tersangka Pengeroyokan EL.

Foto : Siswi SMP Negeri 55 Surabaya, EL dan Bersama VN Teman Satu Kelas Yang Mengetahui Kejadian Waktu EL Di Hajar Pelaku.
Berita Rakyat Surabaya – Kasus pengeroyokan sesama anak didik SMP Negeri 55 Surabaya semakin menjadi buah bibir masyarakat, bukanya menengahi dan memediasi oleh pihak sekolah justru malah membuat suasana merasa mencekam terhadap siswa-siswi dan komite sekolah. Sebelumnya juga terjadi pihak kepala sekolah Bambang Soetedjo marah kepada orang tua korban Iratami (50)  karena sudah mengundang wartawan hingga kejadian tersebut diberitakan.

Merasa anaknya terancam, pada hari Selasa (06/02) Sore, orang tua korban EL mendatangi  Mapolsek Jambangan Surabaya. Bersama korban EL dan sahabatnya VN yang merupakan salah satu saksi saat EL menjadi korban pengeroyokan oleh para pelaku. Kedatangan Iratami di kantor polisi untuk mencari keadilan, pasalnya EL selalu menangis hingga takut masuk sekolah seperti hal yang di sampaikan orang tua EL kepada beritarakyat.co.id

“Putri saya bercerita jika setelah kejadian itu, setiap masuk sekolah selalu dipandang sinis oleh para pelaku yang telah mengeroyoknya. Padahal para pelaku sudah membuat surat pernyataan dan meminta maaf secara tertulis namun putri saya EL merasa ketakutan dan tidak nyaman,” ungkap Iratami orang tua EL (06/02).

Foto: Korban EL Menangis Saat Keluar Dari Ruangan Reskrim Polsek Jambangan Surabaya.
Tak kuasa menahan yang dirasakan putrinya, Iratami mendatangi dan meminta keadilan kepada pihak kepolisian Sektor Jambangan Surabaya meminta keamanan dan keadilan.

“Saya tidak menerimakan kejadian ini hingga anak saya tertekan, kedatangan saya di kantor polisi ingin meminta keadilan dan jaminan keamanan anak saya EL selama masuk sekolah di kawasan SMP Negeri 55 Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu EL mengaku jika para pelaku masih menampakan wajah sinisnya kepada korban EL, tidak hanya itu beberapa guru yang biasa dekat dan ceria kepada dirinya kini semakin menjauh hingga membuat diri EL menangis dan takut untuk masuk sekolah.

“Mereka (pelaku) kalo melihat saya melotot dan sinis, jadi saya takut. Salah satu guru juga yang biasa ceria dan menyapa saya dan teman-teman sekarang malah tidak disapa lagi,” ungkap dengan seseguk an korban EL seusai keluar dari ruang penyidik reskrim Polsek Jambangan.

Kapolsek Jambangan yang diwakili Kanit Reskrim Polsek Jambangan Iptu. Suparlan menuturkan jika orang tua korban adik EL ibu Iratami datang ke Sentral kepolisian Polsek Jambangan untuk membuat Laporan Polisi atas dugaan tindak pidana  kejahatan, kasus ini masih dipelajari dan dalam proses penyelidikan.

“Orang tua korban  EL, ibu Iratami mengadu kepada SPKT Polsek Jambangan. Maka kami terima pengaduanya, namun kasus ini akan kami dalami dan dalam tahap penyelidikan,” ujar singkat Kanit Reskrim Iptu. Suparlan.

Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STTLP / 10 / K / II / 2018 / Jatim / Res Tabes / Sek Jambangan. Tertanggal 06 Februari 2018. Yang diterima oleh pihak orang tua korban dengan perkara atas dugaan tindak pidana melakukan kekerasan terhadap anak dan kini kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian setempat.

Editor: Tag
Penulis : Ade

Related

Polhukam 2422350848716436315

Hot News

Beredar Foto Dua Sejoli Asik Mengkonsumsi Narkoba Didiskotik Surabaya

Foto :  Seorang wanita bernama Meme atu Bella dan teman pria bernama Herman diduga sedang  mengkonsumsi Narkoba jenis putau .  Doc/BR. ...

BERITA TERKINI

item