Foto : Tiga tersangka (baju oranye) menutup wajahnya lantaran malu terbukti mencuri pakaian
Berita Rakyat Surabaya -Seorang nenek enam cucu di Surabaya ini malah jadi otak pelaku pencurian baju di sebuah toko jalan Raya Wiyung Surabaya. Nenek tersebut tak sendirian, ia bersama dua orang temannya berkomplot untuk melakukan aksi kejahatan tersebut.
Tiga pencuri pakaian yang berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Wiyung Surabaya adalah Paima Saini (51) seorang nenek, asal Dukuh Kupang Barat Gg.1 Surabaya, Aditya Pratama (20) asal Sememi Benowo Gg. 2 Surabaya dan Elsa Tasawud (22) asal Sememi Benowo Gg.2 Surabaya. Mereka ditangkap pada Sabtu (1/3) setelah polisi mendapat bukti rekaman CCTV toko dimana dua orang tersangka utama yakni Paima dab Elsa sedang melancarkan aksi pada jum'at (31/3/2017) yang lalu.
Paima Sauni menjadi otak pelaku dalam pencurian ini. Di hadapan penyidik pelaku mengaku melakukan pencurian karena kepepet butuh uang untuk makan. akhirnya nenek yang mempunyai anak tiga dan cucu enam ini timbul niat untuk melakukan pencurian. Modusnya, Paima dan Elsa menhju sasaran toko yang hendak mereka curi. Sebelumnya, Aditya alias Gendut bertugas sebagai surveyor lokasi.
Atas petunjuk Aditya,keduanya pergi dan beraksi. Untuk mengelabuhi karyawan, Elsa berpura-pura membayar baju yang dipilih, sedangkan Paima, mengambil pakaian dan memasukkannya kedalam rok yang dipakainya.
“saya sudah dua kali melakukan aksi sama anak-anak ini, dijual buat makan sehari-hari, kemarin dapat 450 dibagi tiga mas,” aku Paima sambil merintih menyesali perbuatannya.
Sementara itu, penangkapan terhadap ketiga pelaku ini berkat hasil pantauan CCTV parkiran toko. Saat itu polisi menemukan plat nomor kendaraan yang dipakai pelaku terekam kamera pengawas tersebut. Dari situ kemudian polisi melacak keberadaan motor dan menemukan jika motor tersebut milik Aditya alias Gendut.
“awalnya tidak mau mengaku, lama-lama akhirnya tersangka Aditya membenarkan jika motornya dipakai oleh dua tersangka tersebut, kemudian kami keler Aditya untuk menunjukkan rumah kedua pelaku dan kami menangkapnya tanpa perlawanan,” (07/04). Kata AKP Sugimin, Kanit Reskrim Polsek Wiyung (At).



