Foto : Sejumlah demonstran merusak dan membakar fasilitas publik
"Kami sangat menyayangkan fasilitas publik yang dirusak dan dibakar. Mestinya menyuarakan aspirasi tetap menjaga aset publik. Untuk membangun semua itu tidak mudah," kata Irvan Widyanto.
Pantauan Berita Rakyat.Co.Id di lokasi kejadian sejumlah fasilitas umum, seperti tempat sampah, tempat bunga di jalan sekitar kawasan Balai Pemuda dirusak dan dibakar oleh massa demonstran.
Tampak sejumlah orang tak dikenal mencabut tempat sampah yang terbuat dari seng dan kayu di jalan-jalan kemudian membakarnya di sekitar air mancur kawasan simpang empat.
Massa yang semula berada di Jalan Gubernur Suryo bergerak dan berlarian ke arah Jalan Pemuda dan Jalan Yos Sudarso atau depan gedung DPRD Surabaya pada saat polisi menembakkan gas air mata.
Irvan mengatakan bahwa saat ini petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya masih menginventarisir fasilitas publik yang dirusak maupun dibakar massa saat demo berlangsung.
"Ya nanti semua akan diinventarisi berapa kerugian atas kerusakan fasilitas publik," ujarnya.
Kabagops Polrestabes Surabaya AKBP Anton Elfrino Trisanto mengatakan sebanyak 4.263 personel gabungan dari TNI/Polri diterjunkan untuk mengamankan demonstrasi massa Gerakan Tolak Omnibuslaw (Getol) Jawa Timur yang berlangsung di beberapa titik lokasi di Surabaya.
Ribuan personel gabungan tersebar di beberapa titik vital yang disinyalir akan dilalui oleh massa demonstrasi.
"Personel gabungan menyebar mengamankan di titik Cito, Gedung Negara Grahadi, Kantor Gubernuran, DPRD Jatim, kawasan industri Sier, Margomulyo, dan akses tol," ujar AKBP Anton.



