Berita Utama

Kejahatan Tidak Bisa Dibalas Kejahatan

Oleh : Noor Arief Kuswadi
Hari : Sabtu, 26 Juni 2021
Foto: Noor Arief Kuswandi wartawan senior.



Berita Rakyat, Surabaya.  Pernah dengar bila ditampar pipi kiri, berikan pipi kanan? Atau balaslah hina'an dengan senyuman? Itu memang yang seharusnya. 

Tapi rasanya sulit dilakukan walaupun mudah dikatakan. 

Atau pernah membaca berita dengan judul ‘Istri Diselingkuhi, Pak RT Dibantai’ atau ‘Istri Selingkuh, Dibunuh’.

Apa yang terjadi pada pelakunya. Jelas lah dia ditangkap. Walaupun motifnya mungkin bisa dibenarkan. 

Beberapa adat budaya kita menempatkan kehormatan istri di atas nyawa kita. Pengkhianatan istri, kelakuan ketua RT, adalah kejahatan. Itu jelas.

Tapi pembalasan kejahatan dengan aksi pembunuhan juga kejahatan. Tidak ada kejahatan yang dibenarkan walaupun itu untuk membalas kejahatan.

Sama seperti kejadian pembunuhan rekan seprofesi saya, wartawan, Marsal Harahap (42) dari Sumatera Utara. 

Dia mati ditembak. Mati dengan luka tembak dari jarak dekat di dalam mobilnya. Belum reda galau saya tentang kematian Marsal Harahap, datang kasus yang serupa. 

Seorang wartawan di Gorontalo sekaligus pimpinan redaksi media online Butota.id, Jefri Rumampuk, dibacok oleh orang tak dikenal (OTK),  Jumat (25/6/2021) sore.

Jefri dibacok di Jalan Raja Eyato, Kelurahan Molosifat U, Kota Gorontalo. Saat itu korban mengendarai motor bersama istri dan anaknya. 

Tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal langsung membacok lengan korban menggunakan senjata tajam. 

Belum diketahui penyebab korban dibacok. Semoga ini kriminal murni. Pembacok itu hanya berniat merampas harta benda Jefri.

Sedang untuk kasus Marsal, untungnya polisi sudah berhasil membekuk pembunuhnya. Dua orang sipil dan satu anggota TNI.  

Tersangkanya adalah A dan YFP atas perintah S (57) pemilik Cafe dan Resto Ferrari. 

Saya lega karena pelaku pembunuhannya sudah tertangkap. Tinggal menunggu proses lanjut. Membunuh apapun alasannya adalah kejahatan.

Dari hasil pemeriksaan, ada dugaan motif yang melatarbelakangi pembunuhan itu. Motifnya juga ternyata dugaan tindak kejahatan.

Dalam rilis yang digelar oleh Polda Sumatera Utara, terungkap motif para pelaku. Berawal timbulnya rasa sakit hati S selaku pemilik tempat hiburan. 

Pasalnya, korban disebut-ssebut selalu memberitakan maraknya peredaran narkotika di Ferrari Resto. Korban juga disebut-sebut minta jatah Rp 12 juta/bulan dan 2 butir ineks/hari dengan harga Rp 250 ribu/butir.

Apa yang dilakukan korban bisa termasuk kejahatan. Pemerasan kalau tidak salah. Pasalnya 368 KUHPidana. Ancamannya juga lumayan.

Nah ini yang saya bilang di atas, kejahatan tidak bisa dibalas kejahatan. Almarhum Marsal Harahap bisa jadi berniat berbuat kejahatan. 

Khan disebutkan meminta bukan menerima. Artinya, pemerasan (andai dilakukan korban) belum memenuhi unsur. Belum ada alat bukti yang cukup.

Tapi harusnya, para pelaku pembunuhan bisa menempuh jalan lain selain membalas dengan kejahatan, yaitu pembunuhan. 

Para pelaku pembunuhan bisa melaporkan ke polisi atas kejahatan yang dilakukan korban pembunuhan. 

Tentu (andai) dijerat dengan pemerasan, akan dibutuhkan alat bukti. Transferan uang atau penyerahan uang pemerasan. 

Itu mudah bila para pelaku pembunuhan ini mau sabar. Mau melapor polisi. Bila para pembunuh itu melakukan hal ini, tentu mereka akan menjadi korban. 

Sedang korban pembunuhan saat ini, bisa jadi (saat itu) akan menjadi tersangka. Andai para pelaku pembunuhan sadar bahwa KEJAHATAN TIDAK BISA DIBALAS KEJAHATAN, mereka malah akan berada di posisi korban. Red*

Baca Lainnya :

toko online zeirshopee
Pengunjung Hari ini
Nama

Advertorial,225,Berita Utama,281,Berita-Foto-Video,336,Berita-Terkini,1790,Covid-19,53,Daerah,1966,EkBis,308,Hak jawab,5,HuKrim,731,Hukum,24,In-Depth News,29,Internasional,276,Investigasi,4,Kesehatan,330,Kuliner,3,LifeStyle,221,Nasional,643,Olahraga,175,Opini,89,Otomotif,27,Pariwisata,72,Pemerintahan,638,Pendidikan,151,Peristiwa,294,Politik,401,Polri,106,RELIGI,66,Satpol PP,5,Seni-Budaya,54,Sorot,418,Sosial,8,teknologi,27,TNI,1,
ltr
item
PT. Berita Rakyat Indonesia - Berita Untuk Rakyat: Kejahatan Tidak Bisa Dibalas Kejahatan
Kejahatan Tidak Bisa Dibalas Kejahatan
https://1.bp.blogspot.com/-aK4xJfMdOYY/YNbm81DtliI/AAAAAAAACGQ/PCUSatKXzskzWStUeKq0DA_XMUGstL2CgCLcBGAsYHQ/w320-h213/IMG-20210626-WA0305.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-aK4xJfMdOYY/YNbm81DtliI/AAAAAAAACGQ/PCUSatKXzskzWStUeKq0DA_XMUGstL2CgCLcBGAsYHQ/s72-w320-c-h213/IMG-20210626-WA0305.jpg
PT. Berita Rakyat Indonesia - Berita Untuk Rakyat
https://www.beritarakyat.co.id/2021/06/kejahatan-tidak-bisa-dibalas-kejahatan.html
https://www.beritarakyat.co.id/
https://www.beritarakyat.co.id/
https://www.beritarakyat.co.id/2021/06/kejahatan-tidak-bisa-dibalas-kejahatan.html
true
4841122110563173867
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content