![]() |
| Caption. Adi Susanto Pimpinan Redaksi Merpati Pos memimpin langsung penyembelihan hewan kurban |
Berita Rakyat, Malang - Gema takbir masih menggema, semangat Idul Adha 1447 H langsung diwujudkan Keluarga Besar Merpati Pos dengan aksi nyata. Selasa (27/5/2026), Pimpinan Redaksi Merpati Pos, Adi Susanto, memimpin langsung penyembelihan hewan kurban di halaman kantor redaksi, ....
Sebanyak 5 ekor kambing etawa disembelih sejak pukul 07.00 WIB. Prosesi penyembelihan disaksikan seluruh jajaran redaksi, wartawan lapangan, fotografer, layouter, hingga staf sirkulasi. Suasana khidmat bercampur sukacita mewarnai kegiatan tahunan tersebut.
“Ini bukan sekadar potong kambing dan sapi. Ini madrasah keikhlasan bagi kami insan pers,” tegas Adi Susanto saat memberikan sambutan sebelum penyembelihan.
Pesan Utama: Teladani Ismail, Kuatkan Ukhuwah
Di hadapan seluruh kru, Adi Susanto menekankan dua pesan penting Idul Adha. Pertama, soal ukhuwah islamiyah.“Mari kita jadikan momentum Idul Adha ini untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah. Di tengah bangsa yang mudah terbelah karena beda pilihan, beda pandangan, kurban mengajari kita: beda boleh, tapi ukhuwah jangan putus,” ujarnya.
Kedua, soal keteladanan Nabi Ismail AS. Pimred Merpati Pos itu mengajak seluruh insan pers meneladani ketaatan total Ismail AS. “Suri teladan Nabi Ismail AS harus menjadi teladan bagi kita semua untuk meningkatkan ketakwaan. Ismail tidak protes, tidak nego, tidak tanya ‘kenapa saya’. Beliau taat. Kita juga harus taat pada kode etik, taat pada kebenaran, taat pada nurani,” beber Adi Susanto.
Wejangan Khusus: Wartawan Harus Tajam Tapi Ikhlas
Tak berhenti di situ, Adi Susanto memberikan _wejangan khusus_ yang menohok bagi seluruh wartawan Merpati Pos. “Sebagai insan pers kita juga harus tetap tajam. Itu sudah jadi napas Merpati Pos sejak lahir: Tajam Mengabarkan,” katanya.
“Tapi ingat, kita harus mencontoh momen Idul Adha. Tajam tapi ikhlas, bukan tajam karena dibayar. Tajam tapi peduli, bukan tajam untuk menjatuhkan. Tajam tapi tetap jaga ukhuwah, bukan tajam memecah belah bangsa,” tegas Adi Susanto dengan suara bergetar.
Ia mengingatkan, pena wartawan sama tajamnya dengan pisau kurban. “Pisau kurban menyembelih hewan untuk dibagi. Pena wartawan ‘menyembelih’ kebatilan untuk dibagikan kebenarannya. Niatnya harus sama: lillahi ta’ala. Kalau nulis berita keras, pastikan karena Allah, bukan karena ego, bukan karena amplop, bukan karena pesanan,” pesan Adi Susanto yang langsung disambut takbir oleh seluruh kru.
Daging Kurban untuk Warga, Bukti Merpati Pos Membumi
Usai disembelih, daging kurban langsung dikemas oleh tim redaksi. Total 350 paket daging dibagikan kepada warga sekitar kantor, tukang becak, pedagang kaki lima, anak yatim, dan kaum duafa di kecamatan Dampit
“Merpati Pos boleh terbang tinggi memberitakan isu nasional, tapi kaki kami harus tetap membumi. Kurban ini bukti kami tidak jauh dari rakyat,” ujar Adi Susanto sambil ikut membungkus daging.
Salah satu penerima, Bu Siti, pedagang pecel di depan kantor, mengaku terharu. “Tiap tahun Merpati Pos gak pernah lupa. Beritanya kritis, tapi orangnya peduli. Semoga Pak Adi dan wartawannya berkah,” katanya.
Komitmen: Jaga Marwah Jurnalistik dengan Semangat Kurban
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin salah satu wartawan senior, dilanjutkan makan siang bersama menu sate dan gulai dari hasil kurban. Adi Susanto menegaskan, semangat Idul Adha akan menjadi bahan bakar redaksi setahun ke depan.
“Mulai besok kita balik lagi ke lapangan. Tetap kritis, tetap tajam, tetap independen. Tapi ingat pesan kurban hari ini: matikan ego, hidupkan ikhlas. Kita merdeka memberitakan, tapi terikat pada kebenaran,”* pungkas Pimred Merpati Pos itu.
Reporter: Tim Merpati Pos
Penulis : Ayu
Editor : Redaksi
Baca juga:
"Baca Artikel lain di sini"
"Baca Artikel lain di sini"



